28 April 2013

Gerobak Kopi Jenggo

Jumat malam kemarin saya berencana pulang, tapi niat saya urungkan secara impulsif karena membayangkan perjalanan ke Jakarta yang harus ditempuh dengan badan dan pikiran yang lelah ini. Saya habiskan akhir minggu saya di Jatinangor bersama tiga teman. Kita berempat tidur dari jam 3 pagi sampai sore, lalu malam kita akhirnya keluar. Jatinangor bukan pilihan terbaik untuk menghabiskan akhir minggu, kota ini mati. Tapi saya temukan tempat lain yang kini jadi tempat favorit baru saya, Gerobak Kopi Jenggo!




Tempat nya buka setiap malem gitu. Waktu itu sempet sih pengen coba, tapi baru kesampean sabtu malam kemarin. Tempatnya asik, bapaknya baik, kopinya enak banget! Entah enak apa dasarnya saya emang suka kopi. Saya pesen kopi jenggo (kopi hitam polos) dan kopi susu satu gelas. Malam sabtu yang tadinya diisi resah empat perempuan nggak jelas langsung jadi lebih baik.

Ini bapak kopi jenggo! Ramah sekali, dia. Lalu dia pinjamkan gitar, dan kita berempat nyanyi nyanyi sampai pukul dua belas malam. Lalu kita berempat jalan di jalan jatinangor yang gelap dan sepi, sembari sesekali mencoba bercanda menepis kerisauan digodain amang - amang dijalan.

Lalu malam itu saya pikirkan kamu sampai tertidur.

2 komentar:

  1. Terimakasih Dan Mampir di Gerobak Kami..
    Moga GKJ Jatinanggor Bisa jadi Alternatif yang unik dan inspiratif buat Komunitas Nanggor

    BalasHapus