26 Juli 2011

Kata Bu Rari

Beberapa hal yang gue dapatkan di kelas Sejarah oleh Bu Rari yang dikala terjadi penyimpangan dari materi selalu terdapat hal - hal menarik untuk didengar. Topik bahasan saat itu Makna Proklamasi dimada terdapat bagian ke 4 yang dikatakan bahwa "Proklamasi adalah alat hukum internasional untuk menyatakan bahwa bangsa Indonesia mengambil nasib kedalam tangannya sendiri untuk menggenggam seluruh hak kemerdekaan". Yang maksudnya adalah bahwa Indonesia merdeka oleh usaha sendiri dan bukannya diberikan oleh bangsa penjajah. Yang sejujurnya perlu diingat dan semestinya menjadi suatu hal yang mengijinkan kita untuk menjadi bangsa yang bangga dan berjuang untuk merdeka di segala bidang.
Namun apa boleh buat Negara sekarang banyak sekali terlihat borok nya. Dan yang paling memprihatinkan adalah ketika gue menemukan teori Koentjoroningrat bahwa Belanda selama sekian tahun telah membodohi bangsa ini dan menjadikan pribadi bangsa ini :

1. Minder berlebihan. Coba aja kalau ada pertemuan dan rapat atau apapun yang penting seperti kelas dll, kursi belakang selalu lebih cepat penuh dari pada kursi depan.

2. Copycat. Yah kalau dibilang tidak pernah melakukannya kita munafik. Siapa yang gak pernah beli DVD bajakan. Siapa yang gak tahu kalo SM*SH dan 7ICON itu jiplakan girl/boyband korea. Rahasia Umum itu,mah.

3.Sungguh tidak menghargai waktu. Budaya ngaret. Di undangan jam 6 jam 8 baru mulai.

Dan anehnya selama ini kita bangga akan hal itu. Kenapa ya, mungkin itu sebabnya negara ini enggak jelas karena selama sekian lama telah menjadi budak dan rasa tidak tahu malu itu sudah membudidaya. Ya, tidak perlu lah menjadi seorang idealis. Karena akui saja menjadi idealis itu mahal. Tapi setidaknya, kita bisa mulai percaya diri sendiri, menjadi pribadi yang bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan beda, serta tentunya berguna bagi orang lain -- sekecil apapun itu. Dan menghargai waktu dalam pelaksanaan itu.

Tidak perlu mutlak2, setiap hal kecil selalu membawa perubahan. Gue percaya sesuatu yang memiliki intensi baik selalu berguna. Kita tidak perlu terlalu terpaku pada para petinggi, cukup jadi orang yang baik bagi sekeliling kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar